Rabu, 05 September 2012

PROFIL MA'ARIF PUSAT

Profil PP LP Ma'arif NU
I. SEJARAH SINGKAT
Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (PP LP Ma'arif NU) merupakan salah satu aparat departementasi di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Didirikannya lembaga ini di NU bertujuan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan NU. Bagi NU, pendidikan menjadi pilar utama yang harus ditegakkan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri. Gagasan dan gerakan pendidikan ini telah dimulai sejak perintisan pendirian NU di Indonesia. Dimulai dari gerakan ekonomi kerakyatan melalui Nadlatut Tujjar (1918), disusul dengan Tashwirul Afkar (1922) sebagai gerakan keilmuan dan kebudayaan, hingga Nahdlatul Wathan (1924) yang merupakan gerakan politik di bidang pendidikan, maka ditemukanlah tiga pilar penting bagi Nadhlatul Ulama yang berdiri pada tanggal 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1334 H, yaitu: (1) wawasan ekonomi kerakyatan; (2) wawasan keilmuan, sosial, budaya; dan (3) wawasan kebangsaan.

STRUKTUR MA'ARIF PUSAT JAKARTA

Susunan Pengurus

Struktur Pengurus Pusat
Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama
Masa Khidmat 2010-2015



Dewan Penasihat

Prof. Dr. KH. Tholchah Hasan
Prof. Dr. H. Muhammad Nuh, DEA
Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si.
Dr. Bahrul Hayat
Prof. Dr. Artani Hasbi
KH. Hamdan Kholid
KH. Mujib Qulyubi, MH
KH. Hasyim Wahid Hasyim
Drs. Hilmy Muhammadiyah, M.Si.
H. Dedi Wahidi, S.Pd., M.Si.
H. Jahja Umar, Ph.D
Dr. HM. Thoyyib IM
Dr. H. Mundzir Suparta, MA
Dr. H. Endang Turmudi, MA
Dr. H. Affandi Muchtar
Dr. H. A. Fathoni Rodli
Dra. Hj. Harbiyah Shalahuddin
H. A. Humaidi
Dr. H. Umaedi, M.Ed.
H. Aceng A. Azis, M. Pd.

Senin, 03 September 2012

KOMENTAR GUS MUS TTG IDUL FITRI

Kudus, NU Online
Hari Raya Idul Fitri telah menjadi momentum umat Islam untuk saling bermaaf-maafan antarsesama. Di kalangan institusi organisasi maupun lembaga pemerintahan biasanya mengadakan forum Khusus atau tradisi bernama halal bi halal.

Menurut Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, halal bi halal merupakan tradisi khas yang dimiliki Indonesia. Di Mesir, kata Gus Mus, tidak pernah menemukan tradisi yang telah lama mengakar dalam tradisi masyarakat Islam Indonesia ini.

"Saya lima tahun merayakan Idul Fitri di Mesir, tetapi tidak ada yangseperti di Indonesia. Ada orang yang sehabis shalat Idul Fitri saling mengunjungi satu sama lain untuk saling meminta maaf," terangnya dalam acara Halal Bi Halal Robithotul Mutakharrijin (alumni) Madrasah Diniyah NU Kradenan Kudus Sabtu (1/9).
Sebagai tradisi khas, jelas Gus Mus, kata halal bi halal dalam kamus bahasa Arab pun tidak ditemukannya. Bahkan di berbagai kamus bahasa Arab, termasuk Munjid, tidak menemukan kata halal bi halal.

MENELADANI KIYAI SEPUH KH. RIFA'I MUSLIH

Oleh: Mokhamad Abdul Aziz
KH Rifai Muslim Imampuro atau yang akrab disapa Mbah Lim adalah sosok kiai nyentrik dari Klaten. Kini kiai kebanggaan warga NU itu sudah tiada. Tepatnya Kamis, 24 Mei 2012 ia menghembuskan nafas terakhirnya. Jum’at kemarin merupakan 100 hari wafatnya Mbah Lim. Mbah Lim dikenal sebagai kiai yang fanatik terhadap Pancasila. Banyak fakta yang bisa dikupas dari sosok Mbah Lim ini. Salah satu fakta unik yang sudah diketahui bayak orang adalah pemberian nama pesantrennya.

Bukan Mbah Lim kalau tidak nyentrik. Pesantren yang diasuh Mbah Lim itu diberi nama Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, bertempat di Kecamatan Karang Anom, Klaten. Itu artinya Pancasila memang dianggap sakti oleh kiai nyentrik itu.

Admin Bawean

Mochamad Muslih's Blog